Tampilkan postingan dengan label ANAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANAK. Tampilkan semua postingan

Kiat Berendam untuk Bayi


Berendam bisa menjadi salah satu cara relaksasi untuk bayi, dan aman dilakukan pada usia tiga bulan ke atas. Tak perlu lama melakukannya, cukup 5-10 menit. Berendam dapat melemaskan otot-otot sekaligus memberikan ketenangan dan kenyamanan untuk bayi. Saat berendam bayi akan menggerakkan kaki yang terbukti bermanfaat untuk menguatkan otot-ototnya.

Jika ingin mengajak bayi berendam perhatikan sejumlah hal ini:

* Gunakan air hangat sekitar 36 derajat Celcius. Bila tidak ada alat pengukur suhu, mengukur kehangatan air cukup disamakan dengan suhu tangan orang dewasa. Caranya, masukkan tangan ibu ke dalam bak atau baskom, jika suhu air sudah sama dengan tangan, berarti suhu air sudah sesuai untuk bayi.
* Pilih air hangat karena akan memberikan rasa nyaman pada bayi dan berfungsi melancarkan sirkulasi darah sehingga bisa meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Penggunaan air hangat juga mencegah tubuh bayi kedinginan karena perbedaan suhu tubuh bayi dan suhu air tidak terlalu jauh.
* Sediakan wadah plastik khusus mandi atau kolam plastik jika ada. Sediakan juga pelampung leher khusus bayi.
* Supaya bayi tidak kaget, celupkan kaki bayi terlebih dahulu pada permukaan air selama beberapa kali. Setelahnya baru bayi dimasukkan ke dalam air.
* Jika bayi belum dapat duduk dan kaki-kakinya belum kuat, sangga bayi dengan tangan Anda dalam keadaan terlentang lalu posisikan bayi senyaman mungkin untuk berendam.
* Jika sudah terbiasa, coba ganti dengan posisi tengkurap, tetap dengan tangan Anda sebagai penyangganya di air dengan leher tetap tegak di atas permukaan air meski menggunakan pelampung leher.

Manfaat Kursi Makan Bayi


Bayi memasuki usia enam bulan, petanda tahapan baru dimulai yakni memperkenalkan MPASI (Makanan Pendamping ASI). Bicara tentang MPASI tidak hanya tentang pengolahan MPASI yang tepat atau pemilihan makanan yang baik, tapi juga berbagai perlengkapan yang mesti disediakan agar bayi dapat menjalani tahapan ini dengan menyenangkan. Salah satunya adalah kursi makan.

Kursi makan bayi atau high chair memang relatif mahal, namun ada beberapa manfaat yang bisa orangtua dapatkan dengan menyediakannya, di antaranya:
1. Kursi makan menjadikan bayi aman.
Dengan duduk di kursi makan, bayi dapat bebas dan aman untuk mengasah keterampilan makannya. Ia dapat duduk dengan posisi baik dan tegak. Piring makan yang tersaji tepat di dadanya membuat bayi dapat belajar menyendok atau menjimpit makanannya sendiri. Bayi pun menjadi lebih leluasa dalam mengamati berbagai tekstur makanan yang ada.

2. Orangtua dapat mengajarkan tata cara makan dengan mudah.
Dengan bayi duduk di kursi makan, orangtua dapat mengajarkan tata cara makan kepada si kecil. Jika posisi tangan bayi saat memegang sendok salah, misal, Anda dapat mengoreksinya, atau sang buah hati juga dapat diajarkan cara mengunyah makanan yang benar. Ini memungkinkan karena saat duduk di kursi makan, posisi bayi akan saling berhadapan dengan Anda, sehingga ia dapat meniru atau mencontoh langsung apa yang Anda lakukan.

3. Memudahkan bersih-bersih usai makan.
Dengan menggunakan kursi makan, otomatis orangtua akan lebih mudah membersihkan sisa makanan yang ada di meja di kursi makan bayi. Selain juga lebih memudahkan orangtua membersihkan sisa makanan yang ada di pinggiran mulut bayi.
Tips Menggali Kreativitas Anak
Penulis : Jeane Meiske Widi | Jumat, 11 Januari 2013 | 22:37 WIB
Dibaca: 6018
|
Share:
Melihat anak senang menggambar atau bernyanyi, Anda sebagai orangtua pasti akan ikut senang. Namun, di dalam hati mungkin tersimpan pertanyaan, bagaimana ya caranya supaya anak bisa lebih kreatif lagi. Apakah Anda harus memberikan lebih banyak krayon? Mungkin tidak. Justru, memperkenalkannya pada lingkungan baru dan aktivitas lainnyalah yang akan bisa mengasah kreativitas anak. Dan tentu saja ini tidak terlepas dari keterlibatan orangtua. Coba beberapa tips ini untuk membuat anak lebih kreatif:

1. Ajak mereka masuk dapur
Sesekali, biarkan anak ikut memasak bersama Anda dan ajarkan mereka tentang berbagai jenis bumbu dan bahan makanan. Biarkan mereka mencoba resep hasil temuannya sendiri dan ikutlah mencicipi. Bawa juga mereka ke pasar untuk melihat berbagai bahan pangan yang dijual dan ceritakan apa saja yang bisa diolah dari sana. Mengetahui bagaimana makanan yang tersaji di rumah itu dibuat dan dari mana asalnya akan menjadi cara yang bagus untuk menstimulasi rasa ingin tahu mereka. Dan, siapa tahu akan memunculkan hobi yang baru!

2. Matikan televisi, nyalakan musik
Jika anak sering membuat PR atau menggambar sambil menonton televisi atau melihat komputer, cobalah cara yang lain. Putar berbagai jenis lagu yang menarik, yang mungkin tidak pernah mereka dengar -mulai dari komposisi musik klasik hingga lagu balada, dari band zaman dulu hingga yang sedang tenar saat ini. Menyimak alunan musik yang berbeda dapat membantu menumbuhkan inspirasi dalam diri anak, dengan cara yang tidak terduga.

3. Jawab pertanyaan anak dan ajukan pertanyaan
Mungkin Anda sedang stres, capek, atau tidak kepingin menjelaskan jawaban dari pertanyaan "kenapa...?" yang diajukan oleh anak. Tapi, penting bagi para orangtua untuk memahami bahwa memberikan respons pada pertanyaan-pertanyaan kritis anak itu dapat menumbuhkan rasa ingin tahu mereka. Trik lain agar otak mereka selalu terstimulasi adalah dengan mengajukan pertanyaan balik. Misalnya, "Kalau kamu bisa melakukan apa saja, apa yang akan kamu buat?" Jawaban anak pasti akan membuat Anda terkejut dan merasa terhibur. Sementara anak juga senang ditanya seperti ini.

4. Rencanakan hari khusus untuk bepergian
Terserah Anda mau menamakannya apa. Apakah Hari Bertualang (biar kesannya seru) atau cukup Hari Jalan-jalan. Pada hari itu, saatnya keluar dari kegiatan rutin dan tempat-tempat yang selalu dikunjungi. Bawalah anak-anak ke suatu tempat baru yang bisa membuka pikiran dan mengasah imajinasi mereka. Bisa dengan pergi ke museum, ke taman, atau ke gunung. Usahakan untuk mengajak mereka berkunjung ke tempat-tempat baru sesering mungkin. Libatkan anak dengan bertanya, tempat seperti apa yang ingin mereka kunjungi. Atau, tanyakan padanya apa yang sedang dipelajari di sekolah dan ajaklah ke tempat yang berhubungan dengan pelajarannya itu.
Powered by Blogger